
Stroke dapat terjadi apabila ada gangguan peredaran darah (membawa oksigen) pada jaringan otak yang bisa disebabkan oleh suatu sumbatan di pembuluh darah (stroke iskemik) atau pecahnya suatu pembuluh darah (stroke hemoragik).
Pasien stroke dapat mengalami defisit neurologis. Gejala yang paling sering adalah kelumpuhan satu sisi tubuh.
Selain kelumpuhan satu sisi tubuh, tergantung bagian otak mana yang mengalami kerusakan, pasien pasca stroke juga dapat mengalami hal-hal berikut:
Kelemahan satu sisi tubuh pada pasien stroke membuat pasien kesulitan untuk bergerak, termasuk saat tidur. Hal ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi pada pasien, misalnya :
Peran keluarga atau caregiver sangat diperlukan untuk proses rehabilitasi pasien stroke, termasuk dalam memposisikan pasien saat di tempat tidur. Ada beberapa posisi tidur yang dianjurkan untuk pasien stroke antara lain:
Anda dapat mencari gambar posisi tidur untuk pasien stroke dengan kata kunci proper positioning for stroke patientataubed positioning for stroke patientuntuk mempermudah mempraktikkannya pada orang tua Anda.
Selain posisi tidur tentunya pasien stroke juga memerlukan terapi-terapi lain seperti pemberian obat-obatan, terapi okupasi lainnya untuk dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan gejala stroke yang dialaminya, serta pemberian nutrisi yang tepat.
Anda dapat menanyakan lebih lengkap dengan dokter yang merawat orang tua Anda atau jika masih ada hal-hal yang ingin ditanyakan lebih detail, Anda dapat melakukan telekonsultasi dengan dokter melalui aplikasi chat Alodokter.
Demikian penjelasan dari saya, semoga bermanfaat.
Alo Victor, (website Alodokter)
https://www.alodokter.com/komunitas/topic/posisi-tidur-yg-baik--amp--benar-untuk-pasien-pecah-pembuluh