Stroke dapat terjadi apabila ada gangguan peredaran darah (membawa oksigen) pada jaringan otak yang bisa disebabkan oleh suatu sumbatan di pembuluh darah (stroke iskemik) atau pecahnya suatu pembuluh darah (stroke hemoragik).

 

Pasien stroke dapat mengalami defisit neurologis. Gejala yang paling sering adalah kelumpuhan satu sisi tubuh.

 

Selain kelumpuhan satu sisi tubuh, tergantung bagian otak mana yang mengalami kerusakan, pasien pasca stroke juga dapat mengalami hal-hal berikut:

 

  • Gangguan menelan
  • Gangguan penglihatan, misalnya mata juling
  • Bicara pelo atau kesulitan memahami orang lain saat bicara
  • Sakit kepala
  • Perubahan perilaku
  • Gangguan memori dan kognitif

 

Kelemahan satu sisi tubuh pada pasien stroke membuat pasien kesulitan untuk bergerak, termasuk saat tidur. Hal ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi pada pasien, misalnya :

 

  • luka dekubitus (akibat penekanan lama di satu bagian tubuh saja)
  • pembekuan darah pada tungkai
  • meningkatkan risiko infeksi paru,
  • konstipasi
  • otot tungkai yang terkena mengecil atau spastis (kaku) karena tidak digunakan
  • dan masih banyak lagi.

 

Peran keluarga atau caregiver sangat diperlukan untuk proses rehabilitasi pasien stroke, termasuk dalam memposisikan pasien saat di tempat tidur. Ada beberapa posisi tidur yang dianjurkan untuk pasien stroke antara lain:

 

  • Jika berbaring ke sisi tubuh yang mengalami kelemahan, gunakan 1-2 bantal untuk menopang kepala dan bahu.
  • Tungkai bawah yang normal di posisikan lebih ke depan dan diganjal 1-2 bantal.
  • Letakkan bantal-bantal di punggung dan depan pasien.
  • Jika berbaring miring ke sisi tubuh yang normal, gunakan 1-2 bantal untuk menopang kepala dan bahu.
  • Tungkai bawah yang mengalami kelemahan posisinya lebih ke belakang dan diganjal 1-2 bantal.
  • Lengan di luruskan ke sisi depan pasien (siku tidak menekuk) sambil diganjal bantal.
  • Letakkan bantal di bagian punggung pasien.
  • Jika berbaring terlentang, gunakan beberapa bantal (2-3 bantal) untuk menopang bahu-kepala dan 1 bantal untuk menopang daerah lengan yang mengalami kelumpuhan.
  • Pastikan ranjang tidak terlalu tinggi dan memudahkan pasien untuk naik turun ranjang serta mencegah terjadinya jatuh.

 

Anda dapat mencari gambar posisi tidur untuk pasien stroke dengan kata kunci proper positioning for stroke patientataubed positioning for stroke patientuntuk mempermudah mempraktikkannya pada orang tua Anda.

 

Selain posisi tidur tentunya pasien stroke juga memerlukan terapi-terapi lain seperti pemberian obat-obatan, terapi okupasi lainnya untuk dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan gejala stroke yang dialaminya, serta pemberian nutrisi yang tepat.

 

Anda dapat menanyakan lebih lengkap dengan dokter yang merawat orang tua Anda atau jika masih ada hal-hal yang ingin ditanyakan lebih detail, Anda dapat melakukan telekonsultasi dengan dokter melalui aplikasi chat Alodokter.

Demikian penjelasan dari saya, semoga bermanfaat.

 

Alo Victor, (website Alodokter)

https://www.alodokter.com/komunitas/topic/posisi-tidur-yg-baik--amp--benar-untuk-pasien-pecah-pembuluh